Mengikuti Sunnah
Menjauhi Bid’ah
قواعد وأسس في السنة والبدعة
Kitab Qawaid wa Asas fi Sunnah walBid’ah
Karya Dr. Hisamuddin Afanah
diterjemahkan oleh : Abu Aqil Al-Atsy
1. Ayat Perintah untuk Ber-Ittiba’ dan Menjauhi Bid’ah
Alloh Ta’ala berfirman,
وأن هذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan Sesungguhnya (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”
[Al An'am :153]
قال القرطبي : هذه آية عظيمة … فإنه لما نهى وأمر وحذر هنا عن اتباع غير سبيله فأمر فيها باتباع طريقه
AlQurthubi berkata, “Ini adalah ayat pengAgungan … Maka ayat ini mengandung Larangan, serta perintah menjauhi jalan selain Jalan Alloh, dan Ayat tersebut Merupakan Perintah untuk mengikuti Jalan Alloh.” [Tafsir Qurthubi 7 /137]
Maka ketahuilah, Jalan yang Lurus dalam ayat yang mulia tersebut, adalah jalan Alloh serta jalan yang menyeru kepada Jalan Alloh yakni AsSunnah. Dan pengertian kata “Subul” (Jalan-jalan lain) adalah jalan Orang-orang yang menyelisihi jalan Alloh dan RasulNya. Yakni Jalan mereka Ahli Bid’ah dan Ahli Ahwa’(Pengekor hawa Nafsu).
Alloh berfirman,
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Hendaklah Takut, orang-orang yang menentang perintahnya (Rosul) bahwa akan ditimpakan kepada mereka fitnah, atau ditimpakan Azab yang Pedih” [AnNur : 63]
Ar-Raghib Al-Asfahany berkata : “Orang-orang yang menentang ialah yang mereka yang mengambil jalan lain selain jalan yang terakhir (Jalan Allah dan RosulNya) dalam hal sifat maupun pendapat.” [AlMufradat fi Gharibil Quran 156]
Dan telah meriwayatkan Ibnul Arabi dari Zubair bin Bakkar, ia berkata, “Aku mendengar Malik bin Anas didatangi seseorang, dan ia bertanya, “Wahai Aba Abdillah (panggilan Imam Malik) dari mana aku harus Ihram ?”
Beliau (Imam Malik) menjawab, “Dari Zulhulaifah dimana Rosul Shallallohu ‘Alaihi wasallam berihram”. Orang itu berkata, “Aku ingin berihram mulai dari Masjid”.
Maka Imam Malik berkata, “Jangan Lakukan itu..!!” Orang itu berkata, “Aku ingin ihram mulai dari masjid, yakni didekat Kubur (Kubur Rosul)”. Imam Malik berkata, “Jangan Lakukan itu..!!! Aku takut bahwa engkau terkena fitnah (keburukan, bencana-pen). Orang itu berkata, “Fitnah dari mana ? Aku cuma menambah beberapa mil saja kok.” Imam Malik berkata, “Fitnah mana yang lebih besar daripada engkau menganggap kurang apa yang telah dilakukan Rosul Shallallohu ‘Alaihi wasallam, sungguh aku mendengar Alloh berfirman, “Hendaklah Takut, orang-orang yang menentang perintahnya (Rosul) bahwa akan ditimpakan kepada mereka fitnah, atau ditimpakan Azab yang Pedih”[AnNur 63]. [Al-I'tishom 1/132]
Filed under: Kitab


Komentar