AlMarrudzi mengatakan bahwa ia berkata kepada Imam Ahmad Bin Hanbal, “Aku pernah meminjam kitab yang berisi hal-hal yang jelek, apakah engkau berpendapat bahwa aku harus membakar atau merobeknya ?” maka Beliau (Imam Ahmad) menjawab, “Ya, sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallohu ‘Alaihi wasallam pernah melihat ditangan Umar ibn Khattab ada sebuah kitab yang merupakan penggalan dari Taurat, dan dia tertarik karena kesesuaianya dengan Al-Quran, maka memerahlah wajah Rosulullah hingga Umar membawa penggalan Taurat itu ke tungku api lalu melemparkannya ke dalam maraknya api.”
Saudaraku, penggalan kisah dialog Al’Alamah Al-Imam Ahmad ibn Hanbal ini memberikan ibroh/pembelajaran buat kita bahwa menjauhi hal-hal yang dapat mempengaruhi manhaj/pemahaman, pemikiran sehingga melenceng dari Ajaran Alloh dan Rosul-Nya serta Contoh dari Salafus Shalih, seperti buku-buku, majalah-majalah serta media informasi lainnya seperti Blog yang kini menjadi tempat penuangan segala pemikiran.
Bagi kita yang ingin selamat dari pengaruh penyimpangan dan kerusakan Aqidah, maka selayaknya/harusnya jangan membeli buku-buku sesat semisal buku-buku shufiyah, mujarobat dll. Hindarilah…, dan Bakarlah jika kita menjumpai buku-buku yang bernuansa syirik didalam rumah kita. Hal ini adalah sunnah yang banyak ditinggalkan bahkan di tolak oleh kebanyakan orang.
Orang-orang dewasa ini sungguh menganggap baik buku-buku yang sesat karena alasan rasionalisme dll. Alangkah sangat disayangkan.
Al Allamah Shiddiq Hasan Khan berkata, “Termasuk Sunnah adalah memboikot Pelaku bid’ah, menjelaskan keadaan mereka, dan meninggalkan perdebatan dan perselisihan dengan mereka dalam masalah agama dan sunnah. Semua perkara yang baru dalam Agama adalah Bid’ah. Dan lagi termasuk Sunnah adalah tidak melihat kitab-kitab pelaku bid’ah dan tidak mendengar ucapan mereka, baik dalam masalah prinsip maupun cabang (furu’) dalam Agama. Seperti Rafidhah, Khawarij, Jahmiyah, Qadariyah, Murji’ah, Karamiah dan Mu’tazilah. Kesemuanya itu adalah Aliran sesat yang berfikiran Bid’ah.” [Quthfuts Tsamr fi 'Aqidati Ahlil Atsar : 157]
Alangkah tegasnya para ulama yang membela Assunnah dari musuh-musuh yang ingin menjerumuskan ummat ini kepada kebinasaan, dengan kerusakan aqidah-aqidah yang disebarkan oleh mubtadi (ahli bid’ah) melalui kitab-kitab, selebaran-selebaran dan situs-situs di internet.
Maka, Situs-situs internet yang sekarang sudah banyak bermunculan bahkan hingga tak terhitung jumlahnya, yang menyimpang dan menyebarkan kesesatan maka jauhilah…!! Dan Jangan pernah masuk kedalamnya kecuali bagi mereka yang memiliki kemampuan/kesanggupan untuk membantah pemikiran rusak mereka.
Inilah sunnah, inilah sunnah, inilah sunnah yang sudah ditinggalkan umat Islam.
Jangan pernah Besuk Blog/Situs Busuk.
Filed under: Manhaj Salaf


Pak, anjuran menjauhi itu apakah tidak membuat umat jadi berwawasan sempit dan bodoh? Akhirnya mudah dicuci dengan doktrin-doktrin pecah belah dan kebencian.
Btw, kenapa bapak banyak sekali mengutip hadis, apakah itu terjamin keasliannya? Bagaimana bapak bisa yakin kalau itu asli?
Kalau ngeblog di wordpress.com ini bid’ah tidak? Alasannya apa?
Terakhir, minta daftar situs blog yang bapak anggap busuk dong.
Bagaimana kita tahu suatu blog itu busuk atau tidak bila kita tak melihat dan membacanya?
———–
Assalamualaikum…
Al Akh Abu Aqil,Sekedar memberi nasehat akhi:
“Serulah (manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik…”(QS AnNahl:125)
Namun demikian masih ada orang-orang yang seharusnya jika mereka mau, Allah akan meninggikan derajatnya. Namun sebaliknya mereka malah mengikuti hawa nafsunya yang rendah, tidak mau tunduk terhadap Al-Qur’an dan Hadits, atau menafsirkan ayat dan hadits sesuai dengan kehendaknya sendiri, tidak sesuai dengan pemahaman Rasulullah, sahabat, tabi’in, dan tabiut tabi’in. Allah menggambarkan keadaan mereka dalam firmaNnya (yang artinya):
“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (Al A’raf: 175-176).
Maka cukuplah bagi kita untuk menyampaikan dakwah ini dengan penjelasan hujjah, dalil yang shahih. Jika mereka mau menerimanya Alhamdulillah, semoga Allah senantiasa merahmatinya dan memberikan taufiq dan hidayah kepada mereka. Namun jika tidak, maka sesungguhnya hidayah itu hanya milik Allah semata.
Yang ana takutkan, kita terjebak dalam perdebatan yang tercela. Imam Al Ajurri berkata “Jika ia menanyakannya kepadamu dengan pertanyaan untuk mencari petunjuk kepada jalan yang haq tanpa ingin berdebat, maka tunjukilah dia dengan tuntunan yang berisi keterangan ilmu dari Al Quran dan As Sunnah serta pendapat para shahabat dan para imam kaum Muslimin. Adapun jika ia ingin berdebat denganmu dan ia membantahmu maka inilah yang tidak disukai ulama untukmu. Maka jangan kamu berdialog dengannya dan berhati-hatilah terhadapnya dalam agamamu.”
Adapun untuk penulisan artikel, ana pikir antum pasti bisa lebih bijaksana dalam memilih kata. Sehingga dakwah ini bisa disampaikan dengan hikmah. Demikian semoga ini bermanfaat. Jika ada yang salah mohon dikoreksi. Barokallahufikum.
Untuk semuanya saja, mari kita menuntut ilmu agama ini dengan pemahaman salaf. Wassalamualaikum.
———
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Barokallohu fiikum ya akhy…
BTW, apa situs yang berisi ‘fakta’ juga tmsk situs busuk sehingga ga perlu dibesuk??
Trus, utk al-Akh Abu Husam, ma qoulukum lima waqo’a fi ba’dh mawaqi’ashhabikum allati muli`at bittiham waf tiroo’ wat tanfiir wa ghoru dzaalik minal buhtaan wal kidzb, afiidu jazakallohu khoyrul jazaa’…
Buat abu amman, afwan ana tidak faham arah pertanyaan antum. Tentang “yang penuh dengan kedustaan”? Insya Allah shahabat-shahabat ana adalah orang yang berusaha untuk menyampaikan fakta dan kebenaran walau pahit dikata. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan menjaga mereka yang berusaha menyeru pada kebenaran di atas manhaj salaf. Wallahul a’lam, ana tidak lebih hanya seorang yang dhaif….
buat abu amman, saya kira jawaban Abu Aqil sudah mencukupi. Wallahul a’lam, ana tidak lebih hanya seorang yang dhaif….
Ana kira cukuplah nukilan dari Al-Ustadz Abu Hamzah ttg AA/AS “…tapi hati-hati dari tahrif dan ta’wilnya seperti yang terjadi…”
Barokallohu Fiik