Abu Aqil di Langsa

Icon

Meniti Jejak Ahlussunnah wal Jama'ah

Shodaqoh Penolak Bala’

Yunus berkata ;

“Dikisahkan dari Ahmad bin Muthorrif, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian Syeikhuna yang ahli dibidang ilmu meriwayatkan bahwa ia tengah berada dirumah Muhammad bin Wadhoh -Rahimahullohu Ta’ala-[1]. Lalu ada seorang lelaki menemui beliau seraya berkata, “Saat ini ada gerobak sapi mengalami kecelakaan, ia menabrak anak anda dan melindasnya.”

Namun ia (Muhammad bin Wadhoh -Rahimahullohu Ta’ala-) tidak begitu mempedulikan laporan lelaki tersebut. Ia justru mengambil bukunya dan menyuruh qari’ untuk memanjangkan bacaanya.

Tak berapa lama kemudian, datanglah lelaki lain lalu berkata, “Bergembiralah, wahai Abu Abdillah, Alhamdulillah, anak anda selamat. Roda gerobak itu hanya menyerempet baju andak anda saja, sehingga ia terjatuh. Meski terserempet, namun ia tidak sampai cidera.”

Beliau pun berkata, “Alhamdulillah, aku yakin akan hal itu, karena hari ini aku melihat anakku tersebut memberikan uang recehanya kepada seorang miskin, jadi aku tahu tidak akan ada suatu keburukan pun yang akan menimpanya siang ini, berdasarkan Sabda Rosulullah,

إن الله ليدفع عن العبد الميتتة السوء بالصدقة يتصدق بها

“Sesungguhnya Alloh akan menolak kematian buruk atas seseorang karena shodaqoh yang dia keluarkan.”

———————
[1]. Muhammad bin Wadhoh bin Bazi Al Marwani adalah seorang ulama, hafidz dan ahli hadits dari Andalusia (W 287H). Siyar Alami Nubala 13/445.

Sumber : AlMustaghitsun Billah Ta’ala, karya Ibnu Basykiwal. Sh. 70-71

Filed under: Situs Bermanhaj Salafy

One Response

  1. 7n154h mengatakan:

    Assaalamu’alaykum warahmatullaah

    wa’alaikumussalam warahmatullohi wabarakaatuh,

    thoyyib, namun ada pertanyaan!!! bagaimana apabila ada orang meminta-minta di jalan dan terlihat sudah renta dst, apakah kita dianjurkan memberinya,

    Ya, berinfaqlah niscaya Alloh akan mengantinya.

    Namun bagaimana apabila yang meminta-minta tersebut terlihat masih kuat untuk bekerja atau masih anak-anak, bukankah meminta-minta itu sesuatu yang tercela!! Bagaimana sikap kita sebaiknya menyikapi hal demikian???

    Anjuran berinfaq tetap ada dalam setiap kondisi, Rosul bersabda “Hendaknya kamu saling memberi. Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian.”(HR. Tirmidzi dan dan Ahmad). Nasehatilah anak-anak mereka, beritahukanlah bahwa meminta-minta itu perbuatan jelek. Kalau kita memiliki kemampuan harta, maka carikan/berikan mereka pekerjaan. Karena Kesuksesan itu adalah jika kita mampu menjadikan orang lain juga sukses.
    خير الناس انفعهم للناس
    Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat manusia lainnya.
    من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته
    “Siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Alloh akan memenuhi hajatnya.” [HR. Bukhory]
    والله في عون العبد ما دام العبد في عون أخيه
    “Dan Alloh akan tetap menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.”
    Maka, janganlah ragu untuk memberikan sebagian harta/uang kita kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, karena pada hakikatnya, harta yang menjadi milik kita adalah harta yang kita berikan sebagai infaq bagi saudara kita tsb.

    Atas jawabannya, jazaakumullaah khairan

    baraakallaahu fiikum

    waiyyaka ya akhy

Leave a Reply