Yunus berkata ;
“Dikisahkan dari Ahmad bin Muthorrif, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian Syeikhuna yang ahli dibidang ilmu meriwayatkan bahwa ia tengah berada dirumah Muhammad bin Wadhoh -Rahimahullohu Ta’ala-[1]. Lalu ada seorang lelaki menemui beliau seraya berkata, “Saat ini ada gerobak sapi mengalami kecelakaan, ia menabrak anak anda dan melindasnya.”
Namun ia (Muhammad bin Wadhoh -Rahimahullohu Ta’ala-) tidak begitu mempedulikan laporan lelaki tersebut. Ia justru mengambil bukunya dan menyuruh qari’ untuk memanjangkan bacaanya.
Tak berapa lama kemudian, datanglah lelaki lain lalu berkata, “Bergembiralah, wahai Abu Abdillah, Alhamdulillah, anak anda selamat. Roda gerobak itu hanya menyerempet baju andak anda saja, sehingga ia terjatuh. Meski terserempet, namun ia tidak sampai cidera.”
Beliau pun berkata, “Alhamdulillah, aku yakin akan hal itu, karena hari ini aku melihat anakku tersebut memberikan uang recehanya kepada seorang miskin, jadi aku tahu tidak akan ada suatu keburukan pun yang akan menimpanya siang ini, berdasarkan Sabda Rosulullah,
إن الله ليدفع عن العبد الميتتة السوء بالصدقة يتصدق بها
“Sesungguhnya Alloh akan menolak kematian buruk atas seseorang karena shodaqoh yang dia keluarkan.”
———————
[1]. Muhammad bin Wadhoh bin Bazi Al Marwani adalah seorang ulama, hafidz dan ahli hadits dari Andalusia (W 287H). Siyar Alami Nubala 13/445.
Sumber : AlMustaghitsun Billah Ta’ala, karya Ibnu Basykiwal. Sh. 70-71
Filed under: Situs Bermanhaj Salafy


Assaalamu’alaykum warahmatullaah
thoyyib, namun ada pertanyaan!!! bagaimana apabila ada orang meminta-minta di jalan dan terlihat sudah renta dst, apakah kita dianjurkan memberinya,
Namun bagaimana apabila yang meminta-minta tersebut terlihat masih kuat untuk bekerja atau masih anak-anak, bukankah meminta-minta itu sesuatu yang tercela!! Bagaimana sikap kita sebaiknya menyikapi hal demikian???
Atas jawabannya, jazaakumullaah khairan
baraakallaahu fiikum