Banyak dari kaum muslimin ketika hendak sholat mereka tidak memperhatikan atau bahkan tidak mengetahui bagaimana membentuk shaf dalam jama’ah yang sesuai dengan petunjuk Rosululloh Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam.
Akibat dari ketidaktahuan mereka, atau keacuhan mereka, maka shaf sholatpun tidak tersusun rapi, jarang-jarang, bengkok dll. Nah, maka marilah kita melihat bagaimana Rosululloh mengajarkan kita untuk menyusun Shaf. Download disini
Filed under: fiqh


Assalamu’alaikum..
Kaifa halukum?
Akh, afwan ttg “Tidak ada shalat bersendirian di shaf belakang” yaitu ketika pada menarik salah seorang, ada silang pendapat, selanjutnya di:
http://darussalaf.org/index.php?name=News&file=article&sid=717
# barokallohu fiikum #
—————
Fahimtu, apabila perkaranya bukan dalam hal ‘aqidah dan manhaj, Insya Alloh cakupannya sangat luas, bisa banyak silang pendapat.
# wafiika barokalloh #
———————-
Assalamu’alaiykum
Afwan ya akhi. bukankah ahsannya antum juga memerhatikan dari segi isbalnya (karena secara langsung atau tidak langsung sifat shalat yg antum buat juga menggambarkan manhaj orang yg sholat).
Karena gambar yg anta buat itu memudahkan pembaca untuk faham bukan?
Nah ahsannya buatlah sesuai sunnah dan berusaha supaya tidak ada pintu syubhat yg akan dimanfaatkan oleh orang2 yg sedang mencari2 dalil atau kebenaran tentang isbal.
ya akhi, bagaimana pula tentang hadits dari abu hurairah radiyallahu’anhu yang menempatkan diantara shaf laki-laki terdapat anak-anak.
wallahu musta’an
Jazakallahu khaiyr atas kejelasannya
(akh boleh ana tahu siapa pembimbing antum? maksud ana nama ustadznya)
Afwan ya akhi..
Apakah manhaj Ustadz Abdurrahman, MA (Kepala Jurusan Bahasa di STAIN Zawiyah Cot Kala, guru antum tersebut)
apakah beliau juga seorang salafy, adakah ia seorang yg istiqomah didalam manhaj salaf. Bagaimana pula latar belakang ilmunya.
Jazakallahu khaiyr atas kesediaan antum menjawab
Ustadz ‘Ali Basuki,Lc sejauh ini beliau seorang yg istiqomah di dalam manhaj Salaful ummah ini. Yg ana ketahui dan sejauh pengetahuan ana bahwa manhaj salaf adalah satu. tidak dua atau berbilang angka. Jadi dimana pun ana datang untuk menziarahi para asatidz (Insya Allah yg dapat dipercaya) dan sholat berjamaah di dalam masjidnya maka akan bersesuaian, sama, tidak berbeda. Dan ana mendapati terdapat anak-anak lelaki diantara shaf-shaf dewasa lelaki.
Bagaimana dgn keilmuan antum? apakah antum punya bantahan terhadap sunnah ini?
Assalamu’alaiykum warahmatullahi wabarakaatuhu
Insya Allah bermanfaat dan dapat dijadikan hujah.
wahai saudaraku abu aqil..
Memang ada sandaran atau dalil hadits yang menempatkan anak-anak pada shaf khusus di belakang laki-laki. Diantaranya hadist Ahmad yang antum sandarkan tersebut dan juga sandaran-sandaran mereka pada (Imam Ahmad dalam Al-Musnad (5/341,342,343), Abu Dawud dalam As-Sunan (1/181) dan Al-Baihaqi dalam As-Sunan(3/97)) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menempatkan shaf laki-laki di depan shaf anak-anak dan shaf anak-anak di belakang shaf laki-laki, dan shaf wanita di belakang shaf anak-anak.
Akan tetapi, (Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada kita sehingga akan didapati suatu hujah dan pegangan yg rajih untuk kita amalkan)
Asy Syaikh Al-Albani berkata (dalam Tamamul Minnah (hal 284) lihat misykat Al-Mashabih (2/384)) bahwa sanadnya lemah karena di dalamnya ada Syahr bin Hausyab dan dia lemah. Shaf para wanita di belakang laki-laki telah terkandung dalam hadits-hadits yang shahih. Adapun menempatkan anak-anak di belakang laki-laki, maka saya tidak mendapati hadits tentangnya kecuali hadits ini yang tidak bisa dijadikan sebagai hujah. saya berpendapat bahwa anak-anak boleh berdiri bersama laki-laki, jika shaf itu luas dan shalatnya anak yatim bersama Anas di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi hujah atas hal ini.
Antum bisa juga lihat di kitab Alqaulul Mubiin fi Akhta’il Mushallin karya Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan bin Mahmud bin Salman penerbit Darul Ibnul qayyim
Wallahu ta’ala musta’an
Antum bisa tanyakan lagi dgn Ustadz Ali Basuki,Lc
Assalamu’alaiykum warahmatullahi wabarakaatuhu
——————-