jump to navigation

Hadits Dhaif Seputar Bulan Rajab Juli 16, 2007

Posted by Abu Aqil As-Salafy in Kitab.
trackback

HADITS DHAIF SEPUTAR BULAN RAJAB

1.      “Di dalam Syurga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, barangsiapa yang berpuasa pada bulan Rajab, Allah akan mengizinkan ia minum dari sungai tersebut”. Hadis Bathil. Al-Dhaifah oleh Sheikh Al-albani: hadis 1898

2.      “Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sha’ban dan panjangkanlah umur kami ke bulan Ramadan”. Hadis Munkar.

3.      “Rasulullah tidak berpuasa sesudah bulan Ramadhan melainkan bulan Rajab dan Sya’ban”. Hadis Munkar.

HADIS-HADIS MAWDO’ (PALSU) TENTANG BULAN RAJAB

1. “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, Ramadhan adalah bulan umatku”. Hadis Dhaif. (Al-Dhaifah oleh Sheikh Al-albani: hadis 4400)

2. “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, Allah akan memberikan dia pahala puasa satu bulan dan barangsiapa yang berpuasa sebanyak tujuh hari akan ditutup baginya tujuh pintu neraka…” Hadis Maudhu’. (Ibnu Al-jauzi Al-Maudhu’at, 2/206)

3. “Barangsiapa yang sholat Maghrib pada malam pertama bulan Rajab lalu solat dua puluh raka’at, dibaca pada setiap raka’at surah Al-fatihah dan surah (Al-ikhlas)… niscaya Allah akan memeliharanya, keluarganya, hartanya dan anak-anaknya, dipelihara dari api neraka dan dia akan melalui titian sirat seperti kilat tanpa hisab atau azab”. Hadis Maudhu’. (Ibnu Al-jauzi, Al-Maudhu’at, 2/123)

4. “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Rajab dan solat padanya empat raka’at…. Dia tidak akan mati melainkan setelah melihat tempatnya di dalam syurga”. Hadis Maudhu’. (Ibnu Al-jauzi, Al-Maudhu’at, 2/124)

5. “Janganlah kamu lalai akan hari Jum’at yang pertama pada bulan Rajab kerana malamnya dinamakan Raghaib oleh para malaikat….” Hadis Maudhu’. (Ibnu Al-jauzi, Al-Maudhu’at, 2/124-126)

6. “Barangsiapa yang sholat malam pertengahan bulan Rajab sebanyak empat belas raka’at…” Hadis Maudhu’. (Ibnu Al-jauzi, Al-Maudhu’at, 2/126)

7. “Bulan Rajab adalah bulan yang istimewa, barangsiapa yang berpuasa sehari padanya seoalah-olah telah berpuasa selama seribu bulan…” Hadis Maudhu’. (Ibnu Al-jauzi, (Al-Maudhu’at, 2/206-207)

Rujukan: Buku Al-bid’ah Al-hawliah (Bid’ah - Bid’ah sepanjang tahun) oleh Abdullah Al-Tuwaijiri

 

Komentar»

1. haulasyiah - Juli 16, 2007

Barakallahu fiikum. semoga bermanfaat bagi kaum muslimin

2. Dian - Juli 18, 2007

Apakah semua hadits ini menjadi kesepakatan ulama atau ada khilafiah didalamnya? Maksudnya, apakah ada ulama yg berpendapat lain (tidak mengatakan maudhu’/palsu)? Jika ada, bagaimana kita menyikapinya? Apakah bisa kita katakan bahwa ulama2 yg tidak sepaham tsb adalah golongan sesat atau kita saling menghormatinya dengan khilafiah?
———————-

Semua hadits tersebut adalah Dhaif bahkan maudhu’ palsu. Sepengetahuan ana, tidak ada seorang ulama muhaditsin pun yang menyatakan hasan atau shahih terhadap hadits yang telah disampaikan ini. Wallohu a’lam. Dan cukuplah kita dengan ittiba’ kepada Rosululloh melalui hadits shahih. Dan jika ada perbedaan, maka sebagaimana qoidah usul fiq “Khuruj minal ikhtilaf, mustahabbun” Keluar dari perselisihan adalah sukai, maka jalan keluarnya adalah dengan meninggalkannya. Dan sesuai dengan Usul Ibadah adalah dilarang sampai datang dalil yang memerintahkanya.

3. Gus Olies - Agustus 25, 2007

Semoga Tanggapan sunnah bulan Rajab dan sha’ban bagi saya bagus dan banyak orang yg senang mengerjakan sunnah bisa menganggap wajib bagi diri sendiri.
Semoga saja Allah memberikan pintu hati pengelola web ini sehingga tidak mudah mengucapkan atau menganggap sunnah adalah bid’ah.

saudaraku, kalau memang hal itu adalah sunnah, tentunya ada hadits yang shahih yang menjelaskannya. Semoga Alloh memberikan hidayah kepada kita agar dapat membedakan mana yang Sunnah dan Mana yang Bid’ah