قال ابن قدامة:
كان السلف ينهون عن مجالسة أهل البدع ، و النظر في كتبهم
“Generasi Salaf Melarang Duduk Bersama Ahli Bid’ah, Dan Melarang Melihat/Membaca Kitab-kitab Mereka”
Filed under: google124590ab
Juni 30, 2008 • 11:05 am 0
قال ابن قدامة:
كان السلف ينهون عن مجالسة أهل البدع ، و النظر في كتبهم
“Generasi Salaf Melarang Duduk Bersama Ahli Bid’ah, Dan Melarang Melihat/Membaca Kitab-kitab Mereka”
Filed under: google124590ab
Juni 21, 2008 • 3:08 am 0
ويكره لأهل الميت الإ جتماع بمكان لتأتيهم الناس للتعزية: المراجع السابق
“Makhruh bagi ahli mayit berkumpul pada suatu tempat untuk didatangi manusia karena ta’ziyah”.
ويكره لأهل الميت الجاوس لننضية وصنع الطعام يجمعون الناس عليه: لما روى احمد عن جبير بن عبدالله البجلى قال: كنا نعد الإجتماع الى اهل الميت وصنعهم الطعام بعد دفنه من النياحة
”Makruh bagi mayit duduk untuk ta’ziyah dan membuat makanan mengumpulkan manusia atasnya, karena hadits yang diriwayatkan oleh imam ahmad dari Jabir bin Abdullah Albajiy beliau berkta: kami menganggap bahwa: berkumpul para ahli mayit dan mereka membuat makanan setelah dikuburkan adalah sebagian dari nihayah”. (I’Anatuth Thalibin, juz:3, hal:135)
لكن يعزى بما امر الله عزى وجل من الصبر والإسترجاع واكره المأتم وهى الجماعة وإن لم يكن لهم بكاء
“Tetapi berta’ziyah dengan apa yang diperintahkan Allah ‘Azza Wajalla dengan sabar dan istirja’ dan aku benci ma’tam atau berjama’ah (berkumpul bersama), walaupun tidak ada tangisan.” (Al Um, juz 1, hal: 318)
والتعزية من حين موت الميت فى المنزل والمسجد والطريق القبور وبعد الدفن ومتى عزى فحسن
Artinya : “ Ta’ziyah mulai dari meninggalkan mayit, di rumah, di mesjid, dan di perjalanan ke kubur, setelah dikebumikan dan kapan saja berta’ziyah, maka itu baik.” (Al Um juz 1, hal 317)
Filed under: google124590ab
Juni 20, 2008 • 9:39 am 0
أَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَداً رَّابِياً وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاء حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاء وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللّهُ الأَمْثَال
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. [QS. Ar-Ra'd : 17]
Filed under: google124590ab
Juni 6, 2008 • 7:34 am 0
Emm, mendengar nama sholat yang satu ini saja banyak dari kaum muslimin yang tidak bergairah menceritakan bahkan banyak diantara kita yang coba mengalihkan pembicaraan kepada topik yang lain. Ya, mungkin karena kebanyakan dari kita yang masih malas mengerjakannya sehingga malas juga membahasnya.
Memang, Sholat ini adalah sholat yang paling sedikit jumlah rakaatnya ini, Namun di sisi Alloh, sholat ini dijadikan barometer tingkat kepatuhan/ ketaatan seseorang terhadap agamanya. Hal ini sebagaimana sabda Rasululloh shallallohu ’alaihi wasallam:
Komentar