Tidak ada hadits khusus yang menyebutkan tentang keutamaan berpuasa pada bulan Rajab. Yang ada hanyalah hadits yang dikeluarkan oleh an-Nasai, Abu Daud, serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari hadits Usamah, bahwa ia berkata,
يا رسول الله، لم أرك تصوم من شهر من الشهور ما تصوم من شعبان، قال: ذلك شهر يغفل عنه الناس بين رجب ورمضان، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم
“wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau banyak berpuasa seperti puasa di bulan Sya’ban, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “bulan tersebut adalah bulan yang banyak dilupakan oleh orang-orang diantara bulan Rajab dan Ramadhan. Pada bulan tersebut diangkatnya amalan kepada Allah pembimbing alam semesta, dan aku sangat suka ketika amalanku diangkat, dan aku saat itu sedang dalam keadaan berpuasa.” [HR. Ahmad (5/201), an-Nasai dalam al-Mujtaba (4/201), Ibnu Syaibah (3/103)]
Akan tetapi dalam hal ini, (jika ingin berpuasa) banyak hadits-hadits umum yang menganjurkan untuk berpuasa, seperti puasa 3 (tiga ) hari dalam setiap bulan, dan puasa pada hari putih (hari ke 13, 14 dan 15) pada setiap bulan, juga puasa pada bulan-bulan haram, serta puasa setiap hari senin dan kamis.
Maka mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa khusus (puasa Rajab), ini tidak ada dasarnya dalam syariat.
Sumber:
- Majmu’ Fatawa Syeikh bin Baz
- Fatawa Lajnah Daimah lil buhutsi wal ifta [Juz II, hal. 509]


Komentar