Abu Aqil di Langsa

Icon

Meniti Jejak Ahlussunnah wal Jama'ah

Download Dauroh “Ada Apa dengan Salafy?”

Sabtu, 10 oktober 2009 kemarin telah dilangsungkan Dauroh Ilmiyah dan disiarkan secara langsung melalui radio online http://an-nashihah.net

Dauroh yang diisi oleh Ustadz Dzulqarnain tersebut, dibahas tentang Bagaimana prinsip-prinsip Manhaj Salafy, Apakah Salafy menyeru kepada Terorisme? Apakah Terorisme merupakan jalan para salafus sholih?

Apakah Saifudin Zuhri (Sang Teroris) adalah seorang Salafy, dan merupakan Murid Syeikh Muqbil -rahimahullah-?

Dapatkan jawabannya dengan mendengarkan dauroh berikut

Silahkan download dauroh tersebut di;

Sesion 1

Sesion 2

Sesion Tanya – Jawab

Filed under: Download, Manhaj Salaf

2 Responses

  1. rhosyied mengatakan:

    Assalamualaikum. bagaimana hukum mengklaim seseorang itu beriman / kafir? Jika tidak boleh, apakah hal itu jg berlaku jika kita mengatakan si fulan Salafy / bukan atau si fulan syahid/tidak??? Jika demikian berarti kita telah menentukan tempat duduknya di neraka ato surga. Padahal tidak ada wahyu yang sampai pd kita bahwa si fulan itu salafy atau bukan. Beda halnya kalo di zaman Rasulullah Shallahu’alaihiwasallam, maka perkataan beliau atas orang lain benar dan dibenarkan.

    Sebagaimana Imam Bukhari dalam Kitab Shahihnya memberikan bab khusus tentang Bab Tidak Boleh Mengatakan, “Fulan Syahid” yang kemudian dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar As Aqalani dalam Kitab Fathul Bari. Beliau (Al Bukhari) menunjuk kepada hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khaththab saat berkhutbah,

    ‘Kalian katakan didalam peperangan yang kalian ikuti, ‘Fulan Syahid’ dan ‘Si Fulan meninggal dunia sebagai Syahid’. Barangkali saja (hal itu karena) dia sudah membebani tunggangannya dengan beban yang berat. Ingat jangan katakan seperti itu akan tetapi katakanlah sebagaimana sabda Rasulullah shallahu’alaihiwasallam :‘Barangsiapa mati atau terbunuh di jalan Allah, maka dia syahid’ (HR. Imam Ahmad, hadits hasan)”

    Dan juga sabda Nabi “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah dan hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui siapa yang berjihad di jalan-Nya …” (HR. Bukhari no. 2787)

    Maka hendaknya kita mengatakan dengan tambahan kalimat istitsna (mengucapkan insya Allah).

    Afwan, ana gk bermaksud metazkiah tindakan Saefudin Zuhri dan konco2nya. Ana cm berusaha bersikap adil dan smoga ini jg nasehat buat ana. Kalo ada kekeliruan mohon dimaafkan dan mohon disampaikan nasehat ke ana. Jazakallahu khoir

    Na’am, Saefuddin Zuhri, dari tindakan yang lahir dari pemahamannya mencerminkan bahwa ia jauh dari apa yang disangka-kan bahwa ia termasuk salafy. Karena perbuatannya dan kelompoknya telah mencoreng citra manhaj salaf di mata kaum muslimin. Bahkan di mata dunia. dan ini memberikan dampak negatif kepada para salafyun yang benar-benar menapaki jejak salafush sholih. Wallahul Musta’an

Leave a Reply