Langsa, 17-11-2009
Mesjid Muwahiddin Kota Langsa yang merupakan mesjid terindah setelah masjid Darul Falah Kota Langsa ini pernah menjadi markas Jamaah Tabligh (JT). Pada awal pendirian mesjid ini sering sekali Karkun (sebutan anggota Jamaah Tabligh) berkumpul di Mesjid yang berada di Kelurahan Gampong Jawa ini.
Bahkan, ana sebelum mengenal Manhaj Salaf pun sempat sering mangkal disana hingga terakhir saat Khuruj bersama ke sebuah desa terpencil di Alue Buluh Kec. Birem Bayeun, kami diberikan arahan mengenai adab-adab khuruj di Masjid Tersebut.
Alhamdulillah, sekarang dan Insya Allah selamanya, ana istiqamah di Manhaj Salaf yang mulia. Serta berlepas diri dari Jamaah Tabligh yang jauh sekali dari Aqidatus Shahihah. Tak perlu kiranya disini ana sebutkan berbagai penyimpangan Aqidah Mereka dalam tulisan kali ini.
Di Masjid tersebut mereka (Jama’ah Tabligh) mengadakan Mudzakarah, Kalkujari atau apapun istilah yang mereka pakai yang bukan dari bahasa Arab.
Kebiasaan menjemur pakaian di pagar masjid, tidur-tiduran dan masak-memasak dilakukan di perkarangan Masjid yang nan-indah dan rapi tersebut, sehingga akhirnya menghilangkan kesan keindahan masjid yang menjadi tugas Badan Kemakmuran Masjid Muwahiddin tersebut.
Wal hasil, Pengurus masjid dan segenap masyarakat yang sering ke Masjid tersebut meminta mereka (Jamaah Tabligh) untuk angkat kaki dan mencari masjid lain untuk mereka tempati. Inilah buah dari kejahilan Jamaah Tabligh akan Dinul Islam. (Abu Aqil di Langsa)




subhanallah..alhamdulillah kalau masyarakat telah sadar akan berbagai kekeliruan dan penyimpangan yang dilakukan oleh jema’ah tabligh ini.barokallahu fiik y akhy..
nice artikel. wal hamdulillah…
alhamdulilllahhhhhhhhhhhhh
Saya dulu pernah ikut rombongan JT, setelah 3X bermimpi menjauhi JT. Maka saya putuskan untuk memisahkan diri dari JT. Dan saya sekarang lebih kecantol sama Adda’illallah Habaib dari garis lurus keturunan Rasulallah SAW. Hati saya lebih tentram bersama para Habib di majlis ta’lim diiringin lantunan shalawat Nabi Muhammad SAW.
Harapan saya kepada para pemuda Muslim Indonesia agar tidak sembarang ikut-ikutan. Khawatir kita nanti di padang Masyar bukan bersama barisan Rasulallah SAW.
alhamdulillah… mereka langsung mau pergi setelah disuruh angkat kaki..
walhamdulillah juga masyarakat mungkin sudah mencium gelagat kesesatan JT.
barakallahufiik
Semoga akan terus bertambah saudara-saudara kita yang memperoleh hidayah .. hingga, bisa mengurangi .. kiranya , … penderitaan istri-istri “yang tak tahu apa-apa … mau menolak gak punya dalil, mengikuti, kok ya makan ati” … hhhmmm..
Faham JT itu bener-bener dimanfaatkan untuk mereka-mereka yang memang sudah malas berusaha .. na’udzubillaahi min dzaalik
Assalamu’alaikum, salam kenal Pak. Alhamdulillah…
entah mengapa,memang kurang sreg rasa hati ketika berhadapan dengan JT, smga Allah menunjukkan yang benar pada kita, Amin, dan kl ga salah kerajaan saudi pernah mengeluarkan fatwa tentang dilarang jt ini karena kitab yang mereka gunakan banyak hadits dhoif bahkan palsu. wallahua’lam bishshowab