Abu Aqil di Langsa

Ikon

Dari Kota Langsa, Aceh, Indonesia

Software Untuk Melihat Posisi Bulan

Perbedaan dalam penentuan 1 Ramadhan kerap terjadi setiap tahunnya kendati masalah tersebut merupakan masalah klasik yang tidak habis diperbincangkan. Di zaman Rasulullah sendiri, perbedaan itu tidak terjadi karena pada masa Rasulullah hanya menggunakan metode rukyah (melihat) anak bulan (hilal), sehingga siapa saja yang melihat hilal tersebut kemudian dia bersaksi dihadapan Rasulullah dan diterima persaksiannya maka umat Islam saat itu mulai melaksanakan puasa atau berhari raya.

Rasulullah bersabda,

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ

“Berpuasalah karena melihatnya (hilal) dan berbukalah(berhari raya) karena melihatnya, Adapun jika ia tertutupi awan/mendung maka sempurnakanlah hitungan sya’ban menjadi 30 hari.” (HR. Bukhari dalam shahihnya no. 1909)

Sumber Perselisihan

Perselisihan yang terjadi sekarang adalah dikarenakan umat Islam mulai mengenal ilmu Hisab/Falak sehingga mereka tidak lagi menggunakan metode rukyah untuk melihat bulan/hilal dengan mata kepala sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasalam tetapi umat Islam kemudian menggunakan perhitungan-perhitungan posisi bulan. Sehingga perselisihan itu terjadi hingga sekarang di Indonesia tetap aktual setiap tahunnya.

Di Indonesia paling tidak ada beberapa metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan baru (masuknya 1 Ramadhan):

  • Dengan Metode Rukyah (melihat langsung dengan mata melalui teropong dsb). Metode inilah yang digunakan oleh Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama) dengan menempatkan di beberapa titik di Indonesia, misalnya saja di Aceh, Kementerian Agama Wilayah Aceh menempatkan orang terpercaya untuk melihat hilal di Pantai Lhok Nga, juga di Daerah Jawa dll, sehingga jika di titik-titik tersebut para petugas melihat hilal dan kemudian bersaksi dan disumpah maka diumumkanlah hal itu pada sidang Itsbat Penentuan awal Ramadhan. Dan inilah metode yang paling mendekati kebenaran karena mengikuti metodenya Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam dan ini juga merupakan metode yang akan mempersatukan umat Islam di Indonesia.
  • Dengan Metode Hisab/Ilmu Falak, metode ini menggunakan hitungan-hitungan dalam menentukan posisi bulan, metode ini juga banyak cabangnya dan tidak seragam (berbeda-beda), misalnya saja organisasi Muhammadiyah mensyaratkan posisi bulan sebesar 2 derajat baru bisa dikatakan masuk awal bulan baru sementara organisasi lainnya misalnya yayasan Abu Kruet Lintang di Aceh yang mensyaratkan 5 derajat baru bisa dikatakan masuk bulan baru. Metode perhitungan ini atau hisab merupakan metode yang rumit jika dibandingkan dengan metode yang digunakan oleh Rasulullah tadi. Patutlah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنا أُمةٌ أُمِّيَّةٌ؛ لا نَكْتُبُ ولا نَحْسُبُ

“Sesungguhnya kami adalah umat yang bodoh, tidak pandai menulis dan menghitung (hisab).” (HR. Abu Daud, dalam Shahih Sunan Abu Daud, no. 2008

  • Dengan Melihat Pasang-surut air laut, metode ini digunakan oleh aliran tarekat Naqshabandiyah di daerah Sumatera Barat (Padang), metode ini malah sangat jauh dari kebenaran (salah kaprah), tidak ada dicontohkan Rasulullah juga para sahabat Nabi dan para ulama mu’tabar. Sehingga jelaslah bahwa metode seperti ini dan semisalnya dengan menghitung huruf hijaiyah dan penanggalan jawa (seperti aliran Aboge) sangat tidak benar dan sesat.
  • Dll

Penutup

Inilah beberapa metode (cara) yang digunakan oleh kelompok-kelompok Islam di Indonesia dalam penentuan 1 Ramadhan, sekarang bagi kita  adalah mengikuti pemerintah saja karena pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin agar awal Ramadhan itu ditentukan dengan metode yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Lagi pula Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa 59)

Namun demikian, tidaklah kemudian kita menutup rapat-rapat pintu pengetahuan tentang apapun itu, yang terpenting dalam masalah ibadah, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Berikut Link Download Software Melihat Posisi Bulan KLIK DISINI

Ba’da Subuh, 31 juli 2o11
Abu Aqil di Langsa
About these ads

Filed under: Bantahan, fiqh, Software, , , , , ,

4 Responses

  1. ojo dumeh mengatakan:

    AssWrWb
    salahkan Ijtihat yg mengajak umat untuk puasa dan beridul fitri bareng di suatu negara demi ukuwah islamiyah?apakah landasan syari’i yg sidang isbath di Indonesia, mengapa suara mayoritas yg jadi rujukan layaknya votting Pemilu padahal kebenaran tdk bisa iukur dari mayoritas.mengapa di Jamana Rosulullah 9 kali puasa lebh banyak yg 29 hari tdk jadi acuan atau teladan?mengapa hisap hilal seolah dikedanpingkanm bukankah hisap hanya ada setelah diawali rukyah baik aini maupun ilmi?berapa derajat posisi hilal di atas ufuk pada jaman Rosulullah (data astronomi )Jaman Rosululloh)?Dengan data astronomi posisi hilal jelang puasa maupun Ied diharapkan akan menambah akurasi syarat awal ramadhan, kapan Shollat Idul Fitri maupaun Idul Adha.Mengapa umat Islam di dunia tdk bersatu atau bersepakat untuk menjadikan Tanah Suci /Ka’bah sbg arah kiblat umat untuk mengirim ahli rukyah dan hisap sbg penentu waktu ibadah khususnya jelang Ramadhan dan Idul Fitri maupun Idul Adha, umat lain di jagat raya ini tinggal menyesuaikan hasil rukyah hilal di Tanah Suci.Memang Islam terpecah-belah mejadi golongan-golongan sbgmn disebutkan di Al Qur’an dan masing-masing membanggakan diri dari golongannya diharamkan Allah, semikian pula Dalam Hadits pun al dinyatakan Islam terpecah-belah menjadi beberapa golongan (kalau gasalah 75 golongan) dan hanya satu yg diterima yg berdasarkan Al Qur’an dan Sunah Rosul/Hadits (sohih) menunjukkan bhw suara mayoritas tdk bisa untuk ukuran benar-tidaknya suatu perkara, demikian pula amalan yg diterima hanya yg ikhlas dan itibba/mengikuti Rosul mengapa sering justru dikesampingkan lbh mengutamakan Ijma Ulama?Bukankah Kedudukan Allah-Rosululloh lbh tinggi dari Ijma Ulama?makasih Wassalam WrWb

  2. ahmad sarli anwar mengatakan:

    “Berpuasalah karena melihatnya (hilal) dan berbukalah(berhari raya) karena melihatnya, Adapun jika ia tertutupi awan/mendung maka sempurnakanlah hitungan sya’ban menjadi 30 hari.” (HR. Bukhari dalam shahihnya no. 1909).

  3. budi santosa mengatakan:

    Awal bulan berdasarkan hilal, dasarnya adalah Al Baqarah ayat 189. Daerah dimuka bumi yang lebih dahulu bisa melihat hilal akan memulai tanggal satu, sehingga tidak harus mengacu ke Mekkah. Bisa jadi suatu ketika Mekah lebih dahulu dan di Indonesia kemudian, bisa juga bersamaan tanggalnya. Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Your Busines


Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com
Daftarkan Segera Blog Kamu di Blogsvertise
Advertise On This Blog

Banners


Kenapa Aku Tinggalkan Ikhwanul Muslimin Mereka Adalah Teroris
KOMUNITAS SALAFIYIN
STUDIO KAJIAN ILMIAH

Dapatkan 100% Free Hosting

------------------


Jadwal Sholat – Langsa

Hasil Globetrack

Blog ini telah dikunjungi oleh Penjelajah Internet dari Pelbagai Penjuru, antara lain

free counters

free widget
free widget

”no jil

My Popularity (by popuri.us)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: