Pertanyaan:
Apakah sah azan tanpa berwudhu? [1]
Jawab:
Ya, yang benar adalah bahwa tidak mengapa adzan dan iqamah semua dilakukan lebih dahulu kemudian ia baru berwudhu’, akan tetapi yang terlebih baik adalah bahwa seseorang yg mengumandangkan adzan hendaknya dalam keadaan telah berwudhu dan ia iqamah dalam keadaan telah berwudhu pula. Namun sekiranya ia adzan tanpa wudhu’ kemudian ia iqamah tanpa wudhu maka tetap sah (adzannya) dan iqamahnya sah. Dan kekurangannya adalah ketika ia hendak shalat ia melakukan wudhu dahulu dimana ia kehilangan banyak waktu dari keutamaan shalat dan keutamaan berjamaah. Maka nasihat ku bagi para mu’adzin -yakni merupakan sunnah- bahwa ia mengumandangkan adzan dalam keadaan telah berwudhu’ dan ia iqamah dalam keadaan telah berwudhu’ pula dan ini merupakan sunnah, karena ada hadits dhaif [2], “Janganlah kalian mengumandangkan adzan kecuali orang yang telah berwudhu”. [3]
[1] Pertanyaan ke-10 dari Kaset No. 352
[2] Dhaif Sunan at-Tirmidzi, Syeikh al-Albani, 1/24; Dhaif Jami’us Shaghir no. 6317
[3] HR. at-Tirmidzi dalam Kitab Adzan, Bab Makruhnya Adzan tanpa Wudhu’ no. 200
Dijawab oleh Syeikh Abdulaziz bin Abdullah bin Baz -Rahimahullahu Ta’ala-
Naskah Asli
س: هل يصح الأذان بغير وضوء (1) ؟
ج: نعم الصحيح أنه لا بأس الأذان والإقامة جميعا ثم يتوضأ لكن الأفضل أن يؤذن على وضوء ويقيم على وضوء لكن لو أذن على غير وضوء ثم أقام على غير وضوء صح وإقامته صحيحة، والنقص عليه هو عندما يقوم ليتوضأ حيث يفوته كثير من فضل الصلاة والجماعة، ونصيحتي للمؤذنين – وهو السنة – أن يؤذنوا على وضوء وأن يقيموا على وضوء هذا هو السنة، جاء في حديث ضعيف: «لا يؤذن إلا متوضئ (2) »
__________
(1) السؤال العاشر من الشريط رقم 352.
(2) أخرجه الترمذي في كتاب الأذان، باب كراهية الأذان بغير وضوء، برقم (200) .













kk bisa minta tolong mengenai blackberry curve 5820 …cara menambah aplikasi n karakter BBm an……