
Asam Jawa bisa jadi obat batuk
Sepulangnya ana dan istri dari safar ke daerah sibolangit, Sumatera Utara, Qadarullah, sakit batuk dan demam pun menyerang kami berdua. Cari-cari tau tentang obat batuk yang herbal (bukan kapsul atau pil), seorang teman memberitahukan bahwa asam jawa bisa menjadi obat untuk penyakit batuk.
Masa’ sih?? tanya kami dalam hati.
Read the rest of this entry »
Filed under: Kesehatan, google124590ab
Apakah disyariatkan melafadz/membaca niat dalam semua ibadah, seperti ketika hendak shalat membaca/melafadzkan “Ushalli…” atau “Nawaitu..” ?
Jawab:
Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم يقول : إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه
Artinya: Dari Amirulmukminin Abu Hafsha Umar bin Khaththab radliyallahu ta’ala ‘anhu, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya segala amalan bergantung pada niat, dan seseorang mendapatkan sesuatu sesuai yang diniatkannya. Maka siapa saja yang hijrahnya hanya karena Allah dan Rasulnya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasulnya, dan siapa saja yang hijrahnya untuk kepentingan dunianya maka ia akan mendapatkannya atau hijrahnya karena mencari wanita untuk dinikahinya maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dicari dalam hijrahnya tersebut.” [HR. Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih keduanya][1]
Read the rest of this entry »
Filed under: google124590ab
A. Pendahuluan
Keberhasilan menanamkan nilai-nilai rohaniah (keimanan dan ketakwaan pada Allah swt.) dalam diri peserta didik, terkait dengan satu faktor dari sistem pendidikan, yaitu metode pendidikan yang dipergunakan pendidik dalam menyampaikan pesan-pesan ilahiyah, sebab dengan metode yang tepat, materi pelajaran akan dengan mudah dikuasai peserta didik. Dalam pendidikan Islam, perlu dipergunakan metode pendidikan yang dapat melakukan pendekatan menyeluruh terhadap manusia, meliputi dimensi jasmani dan rohani (lahiriah dan batiniah), walaupun tidak ada satu jenis metode pendidikan yang paling sesuai mencapai tujuan dengan semua keadaan.
Sebaik apapun tujuan pendidikan, jika tidak didukung oleh metode yang tepat, tujuan tersebut sangat sulit untuk dapat tercapai dengan baik. Sebuah metode akan mempengaruhi sampai tidaknya suatu informasi secara lengkap atau tidak. Bahkan sering disebutkan cara atau metode kadang lebih penting daripada materi itu sendiri. Oleh sebab itu pemilihan metode pendidikan harus dilakukan secara cermat, disesuaikan dengan berbagai faktor terkait, sehingga hasil pendidikan dapat memuaskan. (Anwar, 2003: 42)
Read the rest of this entry »
Filed under: google124590ab
Hadis – Hadis Tentang Kurikulum Pendidikan
A. Pendahuluan
Hadis Nabi SAW merupakan sumber kedua ajaran Islam sesudah kitab suci al-Qur’an. Semua ayat al-Qur’an diterima oleh para sahabat dari Rasulullah SAW secara mutawatir, ditulis dan dikumpulkan sejak zaman Nabi SAW masih hidup baik fi as-suthur (dalam tulisan) maupun fi ash-shudur (melalui hafalan), serta dibukukan secara resmi sejak zaman Abu Bakar Ash-Shiddiq RA (W. 13 H), karena itu al-Qur’an bersifat Qath’i al-subut.
Sedangkan Hadis Nabi SAW sebagian besarnya tidak diriwayatkan secara mutawatir. Pembukuannya secara resmi baru dilakukan pada zaman Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul Aziz al-Umawiy (99/717-101/720), oleh karena itu Hadis bersifat dhann al-wurud. Tentunya untuk mengetahui orisinalitas dan kualitas sebuah Hadis, membutuhkan ilmu Hadis, baik ilmu Hadis Riwayah maupun Ilmu Hadis Dirayah.
Read the rest of this entry »
Filed under: google124590ab
Batalkah wudhu’ seseorang yang tidak memasukkan jarinya ke dalam mulut ketika berkumur-kumur? Sebab Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berkumur-kumur dengan memasukkan jari beliau ke mulut. Apakah hadits tersebut shahih?
Read the rest of this entry »
Filed under: google124590ab
قال ابن قدامة:
كان السلف ينهون عن مجالسة أهل البدع ، و النظر في كتبهم
“Generasi Salaf Melarang Duduk Bersama Ahli Bid’ah, Dan Melarang Melihat/Membaca Kitab-kitab Mereka”
Filed under: google124590ab
ويكره لأهل الميت الإ جتماع بمكان لتأتيهم الناس للتعزية: المراجع السابق
“Makhruh bagi ahli mayit berkumpul pada suatu tempat untuk didatangi manusia karena ta’ziyah”.
ويكره لأهل الميت الجاوس لننضية وصنع الطعام يجمعون الناس عليه: لما روى احمد عن جبير بن عبدالله البجلى قال: كنا نعد الإجتماع الى اهل الميت وصنعهم الطعام بعد دفنه من النياحة
”Makruh bagi mayit duduk untuk ta’ziyah dan membuat makanan mengumpulkan manusia atasnya, karena hadits yang diriwayatkan oleh imam ahmad dari Jabir bin Abdullah Albajiy beliau berkta: kami menganggap bahwa: berkumpul para ahli mayit dan mereka membuat makanan setelah dikuburkan adalah sebagian dari nihayah”. (I’Anatuth Thalibin, juz:3, hal:135)
لكن يعزى بما امر الله عزى وجل من الصبر والإسترجاع واكره المأتم وهى الجماعة وإن لم يكن لهم بكاء
“Tetapi berta’ziyah dengan apa yang diperintahkan Allah ‘Azza Wajalla dengan sabar dan istirja’ dan aku benci ma’tam atau berjama’ah (berkumpul bersama), walaupun tidak ada tangisan.” (Al Um, juz 1, hal: 318)
والتعزية من حين موت الميت فى المنزل والمسجد والطريق القبور وبعد الدفن ومتى عزى فحسن
Artinya : “ Ta’ziyah mulai dari meninggalkan mayit, di rumah, di mesjid, dan di perjalanan ke kubur, setelah dikebumikan dan kapan saja berta’ziyah, maka itu baik.” (Al Um juz 1, hal 317)
Read the rest of this entry »
Filed under: google124590ab
أَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَداً رَّابِياً وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاء حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاء وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللّهُ الأَمْثَال
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. [QS. Ar-Ra'd : 17]
Read the rest of this entry »
Filed under: google124590ab
Februari 18, 2008 • 11:23 am
Buah pena Ustadzuna Muhammad Umar As-Sewed -hafidzahullohu ta’ala-
Orang-orang yang cerdas dan berilmu niscaya mengetahui betapa pentingnya kebersamaan. Sehingga mereka benar-benar menjaga kebersamaan dalam jamaah kaum muslimin dan penguasa (pemerintah)-nya. Adapun orang-orang yang bodoh, sama sekali tidak mengerti betapa pentingnya kehidupan berjamaah dengan satu penguasa. Bahkan mereka tidak mengerti mana yang lebih banyak antara satu dan sepuluh. Yakni, mana yang lebih besar antara korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) dengan pertumpahan darah kaum muslimin dalam perang saudara.
Seorang yang berilmu mengetahui bahwa dengan mengikuti bimbingan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut penerapannya yang dicontohkan salafus shalih, pasti kaum muslimin akan terbimbing ke jalan yang terbaik. Maka, ia akan menghadapi penguasa yang dzalim dengan petunjuk dan bimbingan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan orang-orang yang bodoh berjalan bersama emosi dan hawa nafsunya, tanpa meminta bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka merasa lebih pandai dan lebih cerdas dari para nabi dan para ulama yang merupakan para pewarisnya. Merekalah kaum reaksioner Khawarij, yang selalu menyebabkan petaka dan bencana di setiap zaman. Mereka tidak memperbaiki keadaan –seperti pengakuan mereka– tetapi justru menghancurkan kebersamaan.
Banyak tulisan-tulisan mereka yang sampai kepada tangan penulis, dalam bentuk surat, selebaran, ataupun makalah-makalah. Hampir seluruhnya berisi “dalil-dalil” dan “bukti-bukti” tentang kafirnya penguasa, yang kemudian berujung menghalalkan darah mereka. Tentu saja dengan nama samaran, alamat palsu, dan penerbit yang tidak jelas. Namun seperti CD yang diputar ulang, isinya tetap sama seperti ucapan Khawarij yang pertama: “Siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka ia kafir.”
Tentu saja jawaban kita Ahlus Sunnah seperti jawaban Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan para shahabat yang lain: “Kalimat yang haq, namun yang dimaukan adalah kebatilan.” Yakni, ayat-ayat dan hadits-hadits dalam tulisan mereka adalah kalimat-kalimat yang haq dan kita tidak membantahnya. Namun, apa yang dimaukan dengannya?
Read the rest of this entry »
Filed under: google124590ab
Komentar