November 8, 2009 • 10:48 am
Namun di sisi lain, sebagian orang salah dalam memahami ayat-ayat rejeki ini, lantas mereka hanya berpasrah diri, berpangku tangan dan bermalas-malasan dengan anggapan bahwa rejeki telah diatur dan Allah akan memberikan makan kepada mereka.
Mereka merasa cukup dengan mondar-mandir dari satu masjid ke masjid yang lain, tidur-tiduran dan meninggalkan pekerjaan mereka. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bekerja, berdagang dan aktivitas lainnya. Seandainya pemahaman Rasulullah seperti yang mereka pahami, tentu kita tidak akan menjumpai sebuah haditspun tentang praktik jual-beli, bercocok tanam dll.
Read the rest of this entry »
Filed under: Tafsir
November 6, 2009 • 6:25 am
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfal: 24)
Ayat ini memberikan keterangan kepada kita bahwa Allah Ta’ala memanggil kaum mukminin dengan panggilan kemuliaan untuk segera memenuhi panggilan-Nya dan panggilan Rasul-Nya.
Read the rest of this entry »
Filed under: Tafsir
Komentar